Mahasiwa KKL Jurusan Pedalangan ISI Yogyakarta bersama panitia Kepyakan Bale Kajenar yang terdiri dari Yayasan Warisan Budaya Mataram Pleret, Sanggar Kendalisada Imogiri, Forum Cinta Budaya Bangsa Imogiri, BPKCB Imogiri, Karangtaruna Bhakti Manunggal, RAPI Imogiri, Plencing Raya terlibat dalam peresmian Bale Kajenar. Acara dimulai sejak tanggal 2 Januari 2026 sampai 8 Januari 2026 dengan melibatkan budayawan, pelaku sejarah, Forkopinkap, seniman-seniwati, pelajar, UMKM seni, dan organisasi sosial budaya di wilayah Imogiri, Bantul, dan DIY.
Bale Kajenar terletak di Plencing, Sindet, Wukirsari, Imogiri, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Konon, lokasi ini menjadi tempat Sultan Agung Muda/Raden Mas Jatmika bertapa untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Peristiwa Raden Mas Jatmika bertapa tersebut terjadi ketika Sultan Agung muda belum menjadi Raja Mataram. Setelah beliau menjadi menjadi raja, Sultan Agung dikenal sebagai raja dengan spiritualitas tinggi, pandai dalam ilmu politik, ketatanegaraan, ilmu berperang, seorang budayawan, pencipta Serat Sastra Gendhing, membentuk bahasa standart, dan pendiri kalender Jawa.
Kehebatan Sultan Agung dalam bernegara, berbudaya, dan cara berpikir tersebut menjadi inspirasi tema kepyakan Bale Kajenar. Tema kepyakan ini adalah ‘Nedhak Laku Nuladha Ratu’, yang berarti meniru perjalanan dan cara hidup sang raja. Harapannya dengan didirikannya Bale Kajenar, tempat ini menjadi tempat kontempelasi mengenai cara berpikir, cara hidup, dan cara bertindak yang baik.
Acara kepyakan ini menampilkan berbagai kegiatan seperti ziarah makam Sultan Agung, melukis on the spot, keroncong, reog, karawitan, tari tradisional, rodat, kirab budaya, arak-arakan bregada, geguritan, dalang anak, wayang babad. Rangkaian Kepyakan Bale Kajenar 2026 ditutup dengan pagelaran wayang kulit Babad lakon “Wahyu Siti Wangi” yang dibawakan dosen Pedalangan ISI Yogyakarta, Ki Udreka Hadi Swasana. Untuk melihat rangkaian kegiatan bisa melihat Instagram Jurusan Pedalangan berikut pedalangan.isi.jogja_official; Pedalangan kklpedalanganisi; https://www.instagram.com/balekajenar_official/






Acara peresmian ini menghadirkan berbagai tokoh, baik tingkat nasional maupun daerah. Hadir dalam acara ini, Wakil Mentri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bapak Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., Komisaris Utama PT Global Mitra Ratu Nusantara Fondation ibu Fennela Putri Nataningrat, kerabat Karaton Yogya dan Solo, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Kepala Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul, Pemda Bantul, Ketua Jurusan Pedalangan ISI Yogyakarta, Forkopinkap Imogiri (Panewu, Kapolsek, Danramil), budayawan, seniman, dll. Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita dilanjutkan penanaman pohon Jampinang oleh Komisaris Utama PT Global Mitra Ratu Nusantara, Fennela Putri Nataningrat, sebagai simbol peresmian Bale Kajenar Plencing Wukirsari.
Ir. K.P. Nurdiantoro sebagai pemilik Bale Kajenar mengatakan “Tujuan utama didirikannya Bale Kajenar ini adalah menjadi tempat pelestarian, pengembangan budaya adiluhung Mataram, ruang interaksi lintas generasi, ruang kreatif, dan ruang spiritual. Hadirnya Bale Kajenar ini diharapkan bisa menjadi pusat studi budaya Mataram, budaya adiluhung yang peninggalan leluhur Mataram.”
Keterlibatan mahasiswa KKL Jurusan Pedalangan ISI Yogyakarta yang diampu oleh Udreka, M.Sn. dan Krystiadi, S.Sn., M.A. dalam kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar membuat ruang-ruang budaya, manejemen event, menjalin jejaring, menerapkan ilmu pengetahuan, dan menciptakan lakon wayang yang bersumber dari cerita tutur.










