Hari Jumat (7/08/2026), Jurusan Pedalangan menerima kunjungan dari Central Academy of Fine Arts (CAFA) Tiongkok, Academy of Arts and Design Tsinghua University Tiongkok, dan Pulau Ketam Art Association (PKAA) Malaysia. Kunjungan ketiga institutsi tersebut diterima oleh jajaran pimpinan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta di ruang Dekanat. Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dr. I Nyoman Cau Arsana, S.Sn., M.Hum. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena berkenan berkunjung di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Dari pertemuan pertama ini diharapkan akan terus terjalin dan menghasilkan kolaborasi dalam bentuk karya seni maupun penelitian.
Rombongan yang melibatkan Guru Besar, Dosen, dan mahasiswa dari ketiga Universitas seni tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta karena menerima rombongan dengan sambutan yang hangat. Mereka mengungkapkan bahwa hari sebelumnya, rombongan sudah berkunjung ke Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta yang dilanjutkan melihat Pameran Seni Rupa di Yogyakarta. Ketika melihat pameran, rombongan melihat banyak karya seni rupa Indonesia yang terinspirasi oleh karya-karya seni pertunjukan tradisional. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk berkunjung ke Fakultas Seni Pertunjukan untuk melihat secara langsung seni pertunjukan tradisi yang ada di Indonesia. Salah satu jurusan yang dikunjungi adalah Jurusan Pedalangan.
Dalam kunjungannya di Jurusan Pedalangan, rombongan didampingi dua orang dosen yakni Ni Ketut Intan Handayani, M.Sn. dan Krystiadi, S.Sn., M.A. Pada kesempatan tersebut, rombongan diperkenalkan bahan pembuatan wayang, motif tatahan, teknik sunggingan, ragam bentuk wayang, watak tokoh wayang, cara memainkan wayang, dan filsafat wayang. Dalam kunjungan ini, mereka sangat antusias mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan. Ada satu moment dimana mereka juga menanyakan makna filosofi gunungan dan alasan ada raksasa dengan gigi bawahnya yang maju menjadi inspirasi dalam karya seni rupa. Secara singkat dijelaskan bahwa gunungan bagi orang Jawa merupakan lambang pohon kehidupan dan simbol hubungan makrokosmos dan mikrokosmos orang Jawa. Sedangkan raksasa dengan gigi bawah maju dijelaskan bernama “Buta Cakil” sebagai simbol ‘salah satu jenis nafsu manusia’.
Kunjungan ini menguatkan bahwa ilmu-ilmu pedalangan menginspirasi terciptanya karya seni rupa dan nilai-nilai yang dikandungnya menarik bagi orang mancanegara.
Adanya kunjungan dari dari Central Academy of Fine Arts (CAFA) Tiongkok, Academy of Arts and Design Tsinghua University Tiongkok, dan Pulau Ketam Art Association (PKAA) Malaysia menjadi bukti bahwa Seni Pedalangan terbuka untuk ruang dialog lintas budaya. Kunjungan ini sekaligus memperkuat hubungan antar negara serta membangun jejaring pendidikan seni di tingkat global.




